Sebuah Pojok Untuk Berpikir

Selamat Datang di Pojok Berpikir

chair

Pernahkah anda berpikir tentang berpikir? Bayangkan miliaran neuron yang saling bekerja sama di otak anda hanya untuk membaca tulisan ini. Semua berjalan secara otomatis tanpa perlu anda meneteskan setetes keringat pun untuk mengendalikannya. Di puncak pencapaian manusia sebagai makhluk hidup adalah kemampuan kita untuk berpikir. Meratapi secara mendalam pertanyaan yang sangat menakjubkan seperti siapakah saya sebenarnya dan mengapa saya ada disini.

Namun sangat disayangkan, alih-alih menanyakan pertanyaan mendalam di atas seringkali pikiran kita hanya difokuskan pada hal-hal yang sangat kecil seperti apa yang akan kita makan nanti siang. Bukan berarti pertanyaan itu tidak penting, tapi saya ingin mengajak anda melihat bahwa Tuhan telah menciptakan kita dengan kemampuan untuk memikirkan hal-hal yang jauh lebih memukau dari hal-hal kecil yang seringkali memadati otak kita.

Mungkin patut untuk ditanyakan, apa yang membuat kita terjerembab pada kondisi kita saat ini? Ironisnya jawabannya adalah informasi. Idealnya informasi seharusnya membantu kita untuk berpikir lebih luas. Kita dapat membayangkan para ahli-ahli terdidik yang muncul di televisi yang dapat memberikan pendapat mereka secara komprehensif dengan memanfaatkan latar belakang pengetahuan yang diakumulasi mereka selama bertahun-tahun.

Namun dalam realitanya, banyaknya informasi yang kita dapatkan setiap hari melalui ponsel kita dan media disekitar kita justru seringkali membuat kita terbengkalai. Sebelum kita sempat mencermati sebuah informasi yang kita dapatkan secara mendalam, informasi lain telah muncul di tempat lain yang berteriak meminta perhatian kita juga. Kita hidup terbawa dalam ombak informasi yang tanpa henti-hentinya membanjiri kita. Konsekuensinya bukannya berpikir secara mendalam, kita justru termakan oleh slogan-slogan “menarik” ala zaman modern seperti “Just do it” atau bahkan “God is dead”

Jika kita ingin kembali menemukan kembali jati diri kita, kita harus bertindak. Kita harus secara aktif berusaha melepaskan diri kita dari terjangan ombak informasi yang membombardir kita setiap harinya. Lucunya alih-alih harus melakukan sesuatu secara aktif, kita justru perlu untuk belajar untuk berdiam. Kita perlu memperlambat dunia disekitar kita sejenak dan secara mendalam menelaah perkembangan yang terjadi di dunia sekitar kita.

Hal ini tentunya tidak mudah di dunia yang bergerak begitu cepat. Oleh sebab itu, blog ini dibangun untuk mengajak anda secara bertahap mempelajari perkembangan terbaru yang terjadi di dunia khususnya di bidang sains dan teknologi. Bersama kita akan membahas topik-topik menarik seperti evolusi, rekayasa genetika, artificial intelligence, dan lainnya. Blog ini ingin memberi anda pojok yang aman untuk berdiam dan berpikir secara mendalam tentang perkembangan-perkembangan tersebut. Harapannya, informasi tersebut dapat memperlengkapi dan memotivasi anda untuk turut secara aktif berpartisipasi dalam membawa dampak positif bagi lingkungan anda.

Share This Article
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Gennesaret Tjusila

Gennesaret Tjusila

Saya seorang mahasiswa jurusan matematika di TU Berlin yang gemar membaca, menulis, dan programming. Selain matematika dan teknologi, saya juga menyukai filosofi dan psikologi. Saya sangat antusias untuk mengembangkan diri saya dan orang lain.
Gennesaret Tjusila

Gennesaret Tjusila

Saya seorang mahasiswa jurusan matematika di TU Berlin yang gemar membaca, menulis, dan programming. Selain matematika dan teknologi, saya juga menyukai filosofi dan psikologi. Saya sangat antusias untuk mengembangkan diri saya dan orang lain.

Baca Juga

Generation Z

The Face Of Gen Z

Dua dari tiga anak muda di Amerika Serikat meninggalkan gereja di awal usia 20an mereka setelah tumbuh di gereja dari masa kecil. Bagaimana kita dapat menjangkau anak muda masa kini agar hal yang sama tidak terulang? Mari kita kenali generasi yang sering disebut generasi Z ini.

Read More »